"Kemungkinan dari kayu iya. Kalau dari aluminium itu kita khawatirkan dari segi pendanaan mahal," ujar Koordinator Logistik Pemilu Abdul Azis di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2008).
Menurut Abdul, alasan lain kotak suara dari kayu karena bahan baku di daerah mudah ditemukan dengan harga murah. "Kalau dulu semua dibuat terpusat secara nasional, sekarang dibuat di daerah masing-masing. Pokoknya lebih murah dan bahannya mudah ditemui di daerah masig-masing," beber Abdul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu kan ada 150 juta pemilih dengan 24 parpol. Sekarang ada 174 juta pemilih dan kemungkinan bertambah. Tugas tiap-tiap daerah untuk mencari selisihnya," jelas Abdul.
Abdul mengatakan, pihaknya akan membuat standarisasi pembuatan kotak suara dari kayu untuk menghindari pemalsuan.
"Jadi kalau segel itu dibuka maka langsung rusak. Segel rusak itu tidak bisa digunakan," tandasnya.
(nik/iy)











































