"Senin besok akan diproses surat menyurat yang diperlukan untuk membawa Pungkas pulang ke Indonesia," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Minggu (13/7/2008).
Sehari setelah itu, lanjut Faizasyah, jenasah pungkas akan dikafani dan disalatkan oleh komunitas muslim di Alaska. Jika semuanya lancar, jenazah mahasiswa Universitas Mercubuana itu diterbangkan ke Indonesia pada Rabu 16 Juni.
"Mudah-mudahan bisa bareng dengan temannya yang 3 orang itu. Mereka sudah dapat tiket hari Rabu. Kargo untuk mengangkut jenazah pungkas juga sudah dipesan," imbuhnya.
Menurut Faizasyah, kargo juga menjadi kendala tersendiri dalam pemulangan jenazah Pungkas. Hingga kini pemesanan kargo belum fix karena ramainya jadwal penerbangan dari Anchorage.
Pungkas yang biasa disapa Pupung tewas pada 8 Juli 2008 setelah menancapkan bendera merah putih dan pramuka di puncak McKinley. Pupung tergabung dalam tim ekspedisi Tunas Indonesia ke McKinley untuk memperingati 100 tahun Pramuka dan 100 tahun kebangkitan bangsa. (irw/iy)











































