"Presiden SBY dijadwalkan menjadi pembicara utama di antara pemimpin negara-negara berkembang yang hadir tentang keamanan pangan," ujar Menlu RI Hassan Wirajuda di KBRI Kuala Lumpur, Jalan Tun Abdul Razak, Malaysia, Sabtu (5/7/2008).
Hassan mengatakan, SBY telah menulis surat kepada PM Jepang Fukuda sebagai Ketua G-8 untuk meminta perhatian dari KTT G8 untuk membahas masalah keamanan pangan. Dalam pertemuan nanti SBY akan mendorong negara-negara KTT G8 untuk mencari solusi global dari krisis pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hassan, undangan KTT G8 membuktikan jika peran Indonesia dalam isu pangan dunia sangat diperhitungkan. Tidak semua negara berkembang memperoleh kehormatan serupa.
KTT G8 Out Reach meeting ini merupakan usulan Perancis dan Inggris. Negara-negara G8 meliputi 8 negara maju yaitu Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Inggris dan AS.
Pada KTT G8 tahun 2007 di Heiligendamm, Jerman, 5 negara lain ikut diundang sehingga disebut KTT G8 plus 5. Kelima negara itu adalah Brasil, Cina, India, Meksiko, dan Afrika Selatan. Dalam pertemuan kali ini, lanjut Hassan, Jepang selaku tuan rumah mengundang 3 negara lain,yaitu Indonesia, Australia, dan Korsel.
"Jadi bukan lagi KTT G8 plus 5, tapi G8 plus 8," pungkasnya. (fay/nrl)











































