"Kalau hak angket, pansusnya masuk angin, melempem dan gembos, DPR akan betul-betul memikul dosa politik, ekonomi, sosial dan keagamaan. Karena mereka sudah lupa kepentingan bangsa dan rakyat," ujarnya saat usai bedah buku 'Selamatkan Indonesia' di Hotel Panghegar, Bandung, Sabtu (5/7/2008).
Ia menambahkan, adanya hak angket ini bisa menguak dan membuka seluruh skandal dan mafia dunia perminyakan di Indonesia. Selama ini, kata Amin, keterpurukan Indonesia sebagai negara produsen minyak disebabkan para mafia yang menghisap kekayaan minyak dan gas di Indonesia seperti drakula.
"Para mafia dan skandalus ini justru dilindungi oleh kekuatan di dalam pemerintahan. Bila hak angket ini berjalan, maka bisa ketahuan siapa saja selama ini menjual dan memanipulasi harga minyak serta gas semena-mena ke luar negeri," ujarnya.
Sementara itu, Amin meminta kepada Golkar agar tidak menentang hak angket dan memberikan pimpinan hak angket kepada fraksi-fraksi lain.
"Saya minta kepada Golkar, sebagai WNI yang mempunyai etika dan rasa keadilan, janganlah menentang hak angket lalu tiba-tiba menjadi ketua. Tentunya ini tidak elok dan tidak bagus, berikanlah pimpinan hak angket kepada fraksi-fraksi yang sejak semula setuju hak angket ini," pungkasnya. (bbp/fay)











































