Jika ketemu, sanksinya bukan main-main bagi ranah pemikiran santri: Ba'asir tidak ridho ilmunya dipakai si santri pengikut JIL itu.
"Ada alumni kita yang jadi intel. Saya tahu itu di Yogyakarta. Ya tidak apa-apa. Asal jangan masuk JIL, karena saya dengar ada satu alumni pesantren ini yang bergabung JIL. Kami akan mencarinya. Kalau itu benar, kami tidak ridho dia menggunakan ilmu yang telah kami berikan kepadanya," ujar Ba'asyir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ba'asyir berkeyakinan, JIL adalah sebuah kelompok yang berniat merusak Islam dari dalam. Disebutnya JIL jauh lebih berbahaya dari kejahatan PKI terhadap Islam.
Ba'asyir berpesan dimana pun para Alumni Ngruki bekerja saat ini, harus selalu menyebarkan paham Islam yang sebenarnya.
"Jangan takut disebut fundamentalis, garis keras atau bahkan disebut teroris sekalipun. Istilah-istilah itu sengaja dipakai musuh Islam dan antek-anteknya untuk melemahkan kita," ujarnya.
Seusai acara, kepada wartawan dia kembali menegaskan sikapnya bahwa konspirasi untuk memperlemah perjuangan Islam semakin hari semakin kuat. Dia menilai penangkapan orang-orang yang diduga sebagai anggota kelompok kekerasan di Palembang akhir pekan lalu, juga bagian dari konspirasi tersebut.
"Kalau pelakunya orang-orang Islam maka akan disebut teroris. Kalau bukan (orang Islam) ya tidak disebut begitu. Saya tegaskan, teroris sebenar-benarnya adalah Amerika dan kawan-kawannya itu. Mereka menebarkan teror kemana-mana dengan cara menakut-nakuti orang demi kepentingannya," tegas Ba'asyir. (mbr/irw)











































