Mbah Tardjo, Tambah Sehat dengan Merokok

Tokoh

Mbah Tardjo, Tambah Sehat dengan Merokok

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2008 13:02 WIB
Mbah Tardjo, Tambah Sehat dengan Merokok
Jakarta - Siapa yang tidak kenal Soetardjo Soerjogoeritno alias Mbah Tardjo. Pria yang saat ini menjabat wakil ketua DPR ini selalu diingat karena gayanya yang ceplas-seplos dan asap rokoknya yang kebal-kebul.

Peringatan dokter dan bungkus rokok yang menulis bahwa rokok itu berbahaya karena 'dapat mengakibatkan kanker, serangan jantung dan impotensi' benar-benar tidak berlaku bagi Mbah Tardjo. Politisi gaek PDIP ini baru dapat berhenti merokok jika sedang tidur dan naik pesawat.

"Saya merokok itu sejak kelas 2 SD. Awalnya dari rokok lintingan, berlanjut sampai sekarang, sampai nggak bisa dihentikan. Bagi saya, lebih baik ndak makan daripada dilarang merokok," terang Mbah Tardjo pada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/7/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi lintas zaman ini mengaku lebih bersemangat dan tambah sehat jika merokok. Tardjo pun menceritakan pengalamannya saat sakit.

"Ketika sakit, semua diperiksa. Paru-paru dan jantung saya dinyatakan sehat. Tapi saya rasanya agak awang-awangen (vertigo). Atas alasan psikologis, justru dokter memberi kesempatan saya untuk merokok biar sembuh katanya. Karena kalau tidak merokok saya tambah lemes," kenang Mbah Tardjo sambil ngekek.

Bagaimana bisa kakek kelahiran 30 April 1934 ini punya hobi yang tidak sehat itu? "Keluarga saya itu perokok berat. Bapak saya juga perokok dulu. sampai-sampai ada suatu cerita, saking sukanya merokok, saya taruh rokok itu di mana saja biar kalau kepingin tinggal nyedut (menghidupkan). Rupanya cucu saya nggak seneng. Makanya rokok saya sering hilang. Usut punya usut cucu saya sendiri yang membuang rokok saya itu. Tapi sekarang tidak lagi. Mungkin karena dia sekarang perokok juga," cerita Mbah Tardjo.

Saat ditanya rokok apa saja yang disuka, Mbah Tardjo dengan mantap menjawab, semuanya. Namun seiring dengan bertambahnya umur ia sekarang lebih suka rokok-rokok yang hisapannya ringan seperti A Mild dan Dji Sam Soe filter.

"Semua sudah pernah saya coba. Dulu tahun 1982 saya pernah pakai Gudang Garam, 1985 pakai Bentoel, setelah itu ya dua rokok itu saja. Karena enak dan ringan. Harusnya perusahaan Mild dan Dji Sam Soe tahu kalau pakai rokok ini tiap hari saya dapat gratis sekarang," seloroh Mbah Tardjo.

Di usianya yang sudah senja ini, Mbah Tardjo mengaku masih merokok 2-3 bungkus per hari. "Saya tidak merokok kalau di dalam pesawat meski berapa jam pun atau saat tidur. Kalau perhari ya sekitar 2-3 bungkus kurang lebih," katanya berbagi rahasia. (yid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads