Trimasyami Tidur Cuma 4-5 Jam, Bila Salah Dimaki

Skandal Syaikha Emirat

Trimasyami Tidur Cuma 4-5 Jam, Bila Salah Dimaki

- detikNews
Jumat, 04 Jul 2008 08:13 WIB
Trimasyami Tidur Cuma 4-5 Jam, Bila Salah Dimaki
Jakarta - Trimasyami Sakirin Ahmad dari Banyuwangi harus bekerja siang malam dan hanya bisa tidur rata-rata 4-5 jam. Dia dikirim oleh PJKTI Swadaya Perkasa, Jl. Bambu Apus, Jakarta Timur.

Demikian keterangan Trimasyami kepada KBRI Brussel dalam pertemuan di kantor polisi Brussel, 1/7/2008. (Baca juga wawancara Dubes RI Brussel)

KBRI melalui Koordinator Pelaksana Fungsi Konsuler Sigit S. Widiyanto langsung turun tangan memberikan bantuan kekonsuleran kepada Trimasyami, segera setelah dilapori polisi setempat. Dari pertemuan dengan Trimasyami diperoleh informasi cukup lengkap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam salinan transkrip keterangan Trimasyami yang diperoleh detikcom dari KBRI Brussel, Kamis petang atau Jumat (4/7/2008) WIB, disebutkan bahwa Trimasyami telah bekerja selama 4 tahun pada Syaikha Samma dari keluarga darah biru di Abu Dhabi. Gajinya sebesar 700 dinar selama 3 tahun. Sejak awal 2008 gajinya dinaikkan menjadi 1.000 dinar.

Selanjutnya dia diajak oleh Syaikha R (adik Syaikha Samma) ke Brussel untuk keperluan berobat. Rombongan besar Syaikha R dengan bodyguard dan pembantu berjumlah 17 orang itu berangkat ke Brussel pada 11/4/2008 dan menginap di Conrad Hotel, sebuah hotel termahal di ibukota Belgia dan Uni Eropa itu.

Pekerjaan sehari-hari Trimasyami adalah menyiapkan kopi untuk mereka dan menemani mereka (mengupas buah, menyiapkan kopi, teh, dll). Dia tidak perlu memasak karena sudah ada jurumasak tersendiri dan juga tidak perlu mencuci baju sang Syaikha.

Selama bekerja pada kedua orang itu Trimasyami mengaku tidak pernah mengalami siksaan fisik. Namun waktu istirahat memang sangat kurang. Dia hanya bisa tidur selama 4-5 jam setiap hari. Itupun dilakukan di depan pintu kamar sang Syaikha. Apabila dia dianggap melakukan kesalahan, Syaikha akan marah dengan memaki-maki.

Dia tidak boleh tidur sebelum Syaikha tidur dan harus bangun sebelum Syaikha bangun. Selama di Abu Dhabi dan di Brussel dia juga tidak boleh keluar rumah dan hotel. Dia mengaku merasa tersiksa bekerja pada keluarga kerajaan ini dan ingin kembali ke Indonesia.

Namun dia ingin agar barang-barangnya yang masih tertinggal di Hotel Conrad bisa diambil. Barang-barang tersebut berupa uang EUR600 dan 4.000 dinar, 2 gelang emas, 1 cincin berlian, 2 kalung emas putih dan 1 kalung emas (Baca juga wawancara Dubes RI Brussel)
(bdi/bdi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads