Pepatah lama 'kekayaan tidak selamanya bisa buat orang bahagia' rupanya sejalan dengan hasil survei Global Network of Social Scientists. Menurut survei yang didanai World Values Survey ini, meski menyandang predikat terkaya di dunia, AS bukanlah negara yang paling bahagia di dunia. Lalu negara mana?
"Denmark dengan demokrasinya, kesetaraan sosial dan atmosfer kedamaiannya adalah
negara paling bahagia di dunia," ungkap para peneliti dari Global Network of Social Scientists, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu juga ada korelasi yang kuat antara kebahagiaan dengan demokrasi, dan Denmark lah negara yang paling bahagia di dunia dalam rating kami" pungkasnya.
Lantas apakah ini berarti demokrasi Denmark lebih baik dari AS? Peneliti AS tersebut tidak menjelaskan.
Setelah Denmark, negara bahagia berikutnya adalah Puerto Rico dan Kolombia. Negara yang dinilai tinggi bahagia lainnya adalah Irlandia Utara, Islandia, Swiss, Irlandia, Belanda, Kanada dan Swedia.
"Negeri itu bukan hanya sejahtera, tapi juga setara gender, toleransi etnik, keragaman sosial dan kemerdekaan politik yang tinggi," kata Inglehart.
Sementara itu, dari hasil survei yang pertama kali dilakukan tahun 1981 ini, negeri Paman Sam tersebut hanya berada di peringkat ke-16, sedang yang menjadi juru kunci adalah Zimbabwe.
Survei yang dilakukan pertama kali tahun 1981 itu hanya didasari 2 pertanyaan: "Memperhitungkan semuanya, apakah Anda sangat bahagia, agak bahagia, tidak sangat bahagia, tidak bahagia sama sekali? Dan, "Memperhitungkan semuanya, seberapa puas Anda dengan kehidupan selama ini?"
Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata tak diikutkan dalam survei ini. (aba/aba)











































