Menurut Kapolres Pandeglang AKBP Aminudin kepada detikcom mengatakan ledakan tersebut terjadi pukul 13.00 WIB.
"Ledakan tersebut terjadi di sebuah gubug di Kampung Siruang. 2 Orang meninggal dunia dan 1 orang luka berat di rawat di RS Pandeglang," ujar Aminudin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obar dan Andri saat kejadian, imbuh Aminudin, berada di gubug itu, tempat sumber ledakan yang diketahui berjenis bom ikan. Dua orang itu diduga merakit bom ikan yang di komandoi Supardi. "Gubug itu sehari-harinya tempat bermain anak-anak. Ledakannya lumayan, atap daunnya sampai lepas," kata dia.
Supardi sendiri diketahui merupakan warga Indramayu. Berdasarkan penuturan warga Kampung Siruang, Supardi baru tampak di kampung itu 3 bulan terakhir.
"Dia bekerja mencari kadal atau biawak. Sekarang dia melarikan diri, petugas masih mengejar. Ternyata Supardi sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) Polair sejak 2 bulan lalu," kata dia.
Supardi berdasarkan informasi dari Polair, imbuh Aminudin, sudah menjadi pemasok bom ikan bagi para nelayan. "Mertuanya juga pernah ditahan Polair untuk kasus yang sama," kata dia.
Sekarang polisi akan mencari Supardi, dan meminta keterangan istrinya yang tinggal di Panimbang, Pandeglang, Banten. Barang bukti yang diperoleh polisi adalah selang seukuran kabel listrik kecil dan bahan kimia belerang. (nwk/nwk)











































