SBY Kalah Pesona Sudah Diperkirakan

SBY Kalah Pesona Sudah Diperkirakan

- detikNews
Senin, 30 Jun 2008 12:55 WIB
Jakarta - Kalahnya pesona SBY dari Megawati pasca kenaikan BBM tidak mengejutkan pihak Istana Kepresidenan. Kesimpulan hasil survei Indo Barometer itu justru sesuai dengan prakiraan dan sudah pula diantisipasi.

"Sebenarnya ini sudah kita perkirakan dan sudah pula diantisipasi. Setelah ada kenaikan BBM (popularitas) pasti turun, tapi tiga bulan lagi akan naik," kata Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Senin (30/6/2008).

Dijelaskannya, hal serupa juga terjadi pada kenaikan BBM 2005. Berbagai survei yang ada menyebut popularitas SBY terjun bebas akibat kebijakan tersebut. Tapi hasil survei yang digelar tiga bulan kemudian menunjukkan situasinya telah berbalik 180 derajat.

Fluktuasi popularitas seorang pemimpin ada tren dan siklusnya. Andi yakin sebenarnya para penyelenggara survei - siapa pun itu - sepenuhnya sadar bahwa seorang pemimpin harus berani mengorbankan popularitas demi selamatkan bangsa dan negara.

"Penyelenggara survei itu pasti tahu bahwa pemimpin harus berani ambil keputusan demi perekonomian bangsa meski itu mengorbankan popularitasnya," ujarnya.

Mantan pengajar IIP ini menolak mengomentari lembaga survei Indo Barometer. Bagi dia, maraknya jajak pendapat atas kinerja pemerintahan dengan berbagai macam metode penelitian dipakai, pemilihan sample dan error-nya merupakan fenomena lazim dalam iklim demokrasi.

"Tentu susah kalau kita komentari satu demi satu survei. Kita ikuti saja survei yang ilmiah dan non-profit, dari situ kita bisa melihat trennya ke mana," imbuhnya.
(lh/ana)


Berita Terkait