Hal tersebut akan disampaikan China dalam pertemuan ke delapan di Hokaido, Jepang, yang akan membahas perubahan iklim sebagai bahasan utama bulan depan.
Negara-negara peserta pertemuan tersebut akan mencoba untuk mencapai target baru dengan mengurangi emisi akibat rumah kaca sebagai pengganti Protokol Kyoto yang akan habis masa berlakunya pada tahun 2012 nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perubahan iklim sangat terkait dengan perkembangan ekonomi masyarakat di suatu negara," ujar Hu seperti dikutip Reuters dari kantor berita China, Xinhua, Minggu (29/6/2008).
Pemerintah China sangat kuatir dengan kondisi iklim akhir-akhir ini. Apalagi, China barusaja mengalami musibah gempa, banjir dan berbagai persoalan akibat perubahan iklim.
"Waktu kita sangat sedikit. Semua masyarakat baik pemerintah maupun pengurus partai politik tanpa kecuali harus memprioritaskan pengurangan emisi gas ini," pungkasnya. (anw/anw)










































