Aktivitas di Dermaga Wijayapura Cilacap Meningkat

Jelang Eksekusi 2 Terpidana Mati

Aktivitas di Dermaga Wijayapura Cilacap Meningkat

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2008 21:38 WIB
Semarang - Menjelang eksekusi dua terpidana mati warga Nigeria, Samuel Iwachekawu Okoye dan Hansen Anthony Nwaoysa, aktivitas di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (26/6/2008), meningkat. Namun hingga kini belum diketahui kapan kedua terpidana kasus narkoba itu akan dieksekusi di LP Nusakambangan.

Meningkatnya aktivitas di dermaga Wijayapura terlihat setelah beberapa orang petugas LP, Kepolisian dan Depkumham yang melakukan penyeberangan di dermaga yang merupakan dermaga menuju Nusa Kambangan. Selain itu, keluarga dua terpidana mati didampingi pengacaranya juga berada di lokasi tersebut.

Marsudi, salah seorang pekerja di dermaga kepada wartawan mengatakan, sejak siang hingga sore, banyak petugas yang menyeberang ke Nusakambangan. Dua mobil ambulans membawa dua peti jenazah kosong dan satu mobil dari RSUD Cilacap telah menyeberang. Selain itu, ada dua mobil polisi bersama anggota Brimob Banyumas juga menyeberang bersama-sama rombongan petugas lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah ada 30-an orang yang menyeberang. Jumlah ini cukup banyak dibanding bila ada keluarga napi yang akan menjenguk seperti biasa. Kemarin ada orang-orang Afrika yang berkulit hitam juga menyeberang bersama petugas dari kehakiman," kata dia.

Menurut kata Marsudi, sejak adanya kerusuhan di salah satu LP di Nusa
Kambangan, petugas LP juga tidak memperbolehkan adanya kunjungan dari keluarga. Penutupan jadwal kunjungan itu dilakukan sejak Rabu 25 Juni 2008.

Sementara itu, hingga pukul 18.00 WIB puluhan wartawan dari berbagai media masih menunggu kepastiannya adanya eksekusi dari Dermaga Wijayapura yang merupakan pintu masuk resmi menuju Nusakambangan. (bgs/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini