Demo Mahasiswa untuk Bela Rakyat, Bukan Mata Pencaharian

Demo Mahasiswa untuk Bela Rakyat, Bukan Mata Pencaharian

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2008 11:43 WIB
Demo Mahasiswa untuk Bela Rakyat, Bukan Mata Pencaharian
Jakarta - Aktivis 80-an dari ITB, Fadjroel Rachman, meyakini aksi demo belakangan ini murni untuk membela rakyat. Dia menangkis sinyalemen demo tersebut sebagai 'mata pencaharian'.

"Itu tuduhan bodoh," tandas Fadjroel dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (26/6/2008).

Fadjroel yakin, demo yang dilakukan mahasiswa beberapa hari terakhir murni untuk membela rakyat. "Sebelum demo kemarin ada upaya untuk mendalami persoalan. Ada serangkaian diskusi yang padat betul, soal kenapa ada pembatasan BBM, nasionalisasi perusahaan minyak dan tambang dan sebagainya," jelas pria yang pernah dipenjara Orba karena menentang Soeharto ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerusuhan yang terjadi di DPR dan kampus Atma Jaya 24 Juni, menurut Fadjroel, bersifat situasional dan insidental. Pemicunya adalah kebijakan pemerintah yang merugikan 240 juta rakyat Indonesia.

"Kerusuhan kemarin mungkin korbannya 1-2 orang. Tapi kebijakan pemerintah dengan menaikkan harga BBM merugikan 240 juta rakyat," kata dia.

Fadjroel mengaku sedih para aktivis ditangkap di tempat dan langsung ditahan tanpa boleh didampingi pengacara. Mereka seolah-olah diperlakukan sebagai penjahat dan provokator.

"Beda Urip Tri Gunawan dan Artalyta yang bersolek dulu sebelum ditangkap, didampingi pengacara. Para mahasiswa yang membela rakyat justru diculik di jalan," kritiknya.

Fadjroel yang mengikuti semua tahapan kegiatan Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni) di Tugu Proklamasi sebelum demo berlangsung, mengaku tak satu pun aktivis Tali Geni merencanakan akan melakukan kekerasan.

"Saya dari pagi sampai pukul 23.00 WIB ikut acara Tali Geni. Tak ada perencanaan untuk demo anarkis sama sekali," tandasnya.

Sejumlah aktivis Tali Geni kini ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk ketua panitia Tali Geni, Jeffry Silalahi. (anw/nrl)


Berita Terkait