Ketua FBR Fadloli El Munir menegaskan, pembawa pistol itu menyerahkan diri dan bukan ditangkap. Dengan demikian, tak ada yang berhak dengan uang sayembara Rp 150 juta yang dijanjikannya (klik foto foto pria berpistol).
"Kan menyerahkan diri," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/6/2008) pukul 09.25 WIB. Hal ini berbeda dengan keterangan Mabes Polri yang menyebut Bripka Iskandar ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana Rp 150 juta itu keluar dari kantong anggota FBR sendiri. "Kan banyak yang mendapat ganti rugi dari proyek BKT. Jadi mereka menyumbang," ujarnya.
Fadloli juga menyatakan kelegaannya karena 1x24 jam setelah dia mengumumkan sayembara itu, identitas pria misterius pembawa pistol itu terkuak. "Kan polisi malu kalau sampai yang nangkap rakyat biasa," komentarnya.
Dia juga menyesalkan identitas pembawa pistol itu baru terungkap sekarang atau 2 minggu setelah rusuh 1 Juni. "Kok lama sekali? Jadinya kita kan berprasangka buruk orang itu diumpetin ama polisi," ujar pria yang pernah berlaga di pemilihan senator Jakarta ini.
Bripka Iskandar adalah anggota satuan lalu lintas Polres Tangerang. Dia ke Monas untuk mengantarkan mertuanya ikut demo AKKBB.
(nrl/asy)










































