Berikut kronologi aksi demo yang berujung kerusuhan yang berhasil direkam detikcom:
09.30 WIB: Seribuan mahasiswa, masyarakat, dan aktivis 1998 yang tergabung dalam Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni) bergerak ke Jl HR Rasuna Sahid dari Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
11.30 WIB : Massa Tali Geni mencorat-coret neonsign yang bertuliskan nama-nama tenant di Plaza 89 dengan pilox. Massa juga merusak pagar Plaza 89 (klik foto pagar Plaza 89 dirobohkan).
12.15 WIB: Massa Tali Geni bergerak ke Gedung DPR untuk bergabung dengan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aksi solidaritas Unas yang sejak semalam menginap di depan Gedung DPR. Massa solidaritas Unas ini menuntut kejelasan sebab kematian Maftuh Fauzi.
Sebelum Massa Tali Geni tiba, ratusan massa dari Front Rakyat Menggugat (FRM) juga datang ke gedung DPR dan bergabung dengan aksi Solidaritas Unas. FRM menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM.
12.20 WIB: Aksi massa solidaritas untuk Unas di depan Gedung DPR mulai memanas. Mereka mulai melakukan aksi bakar ban. Namun tak lama dipadamkan polisi dengan semprotan air dari water canon (Klik foto foto api mulai membara di DPR).
13.30 WIB: Massa Tali Geni sampai di depan Gedung DPR dan bergabung dengan massa lainnya. Jalan Gatot Soebroto nyaris tertutup total. Sebuah mobil bak terbuka datang memasok belasan ban bekas. Aksi bakar ban kembali terjadi (klik vodeo rusuh di DPR).
14.10 WIB: Unjuk rasa kembali memanas. Massa mulai melakukan pelemparan batu ke arah polisi. Sekitar 200 polisi yang berjaga di balik gerbang DPR bertahan dengan tameng (klik foto foto belasan mahasiswa ditangkap polisi).
15.00 WIB: Suasana semakin panas. Para demonstran memblokir tol dalam kota arah Cawang-Grogol. Para pengendara mobil dipaksa balik arah. Kondisi benar-benar semrawut (Klik foto foto pagar tol dijebol).
15.15 WIB: Pagar DPR sepanjang 5 meter roboh dan bentrokan meletus. Polisi membubarkan demonstran dengan water canon dan tembakan gas air mata. Demonstran membalas dengan lemparan bom molotov. Para pengunjuk rasa akhirnya terdesak dan kocar-kacir ke arah jalan tol dalam kota. Kekuatan polisi terus ditambah (klik foto foto pagar DPR dirobohkan).
16.00 WIB: Depan gerbang Gedung DPR bersih dari demonstran. Namun ratusan polisi masih melakukan penyisiran ke Jl Gerbang Pemuda.
16.10 WIB: Sebuah mobil patroli polisi yang bertemu dengan ratusan mahasiswa di sekitar gedung DPR berjalan zig-zag. Mobil tersebut akhirnya menabrak Arfi, mahasiswa asal Jambi, hingga terpental dan pingsan.
16.20 WIB: Usai bentrok, sebagian mahasiswa berjalan ke arah kampus Unika Atma Jaya. Namun sebelumnya mereka sempat merusah 4 buah kendaraan polisi. Dua di antaranya di rusak di depan Gedung Manggala Wanabhakti.
16.30 WIB: Sekitar 3 truk polisi berhenti di depan Kampus Unika Atma Jaya. Menurut saksi mata, tanpa sebab yang jelas sejumlah anggota polisi itu melempari batu dan melepas tembakan ke arah Unika Atma Jaya. Usai melakukan tindakan tersebut, para personel tersebut kemudian bergerak ke arah Blok M.
16.35 WIB: Sejumlah mahasiswa keluar dari dalam kampus Unika Atma Jaya. Mereka memblokir Jl Jenderal Sudirman dan melakukan aksi pembakaran kerucut marka jalan di jalur busway. Aksi ini memaksa operasional TransJakarta Harmoni-Blok M distop.
17.30 WIB: Aksi massa di depan kampus Unika Atma Jaya semakin brutal. Mereka menyetop dan membakar sebuah mobil Toyota Avanza plat merah (klik foto foto Avanza dibakar mahasiswa).
18.00 WIB: Massa terus melakukan penyisiran mobil-mobil plat merah.
18.30 WIB: Ratusan polisi didatangkan ke kampus Unika Atma Jaya. Dua water canon juga didatangkan untuk memadamkan api yang menghanguskan Avanza naas tersebut (klik foto foto polisi siaga di Atma Jaya).
18.50 WIB: Polisi berhasil mengatasi keadaan di depan kampus Atma Jaya.
19.00 WIB: Sebagian personel polisi ditarik ke Mapolda Metro Jaya. Polisi menahan sedikitnya 6 orang dalam kerusuhan di depan Unika Atma Jaya.Demo mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat di DPR, Selasa (24/6/2008), berujung bentrok. Beberapa orang, polisi maupun mahasiswa, terluka. Sejumlah kendaraan roda 4 dirusak dan dibakar.
(djo/fay)











































