Pemerintah Suriah telah membantah tuduhan AS itu. Ditegaskan bahwa lokasi di gurun pasir terpencil yang dicurigai itu hanyalah gedung militer biasa yang sedang dibangun.
Lokasi yang dicurigai sebagai tempat program nuklir itu telah rusak akibat serangan udara Israel pada September lalul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah mengindikasikan, sangat sulit untuk mencari tahu yang sebenarnya saat ini.
Tim IAEA yang berada di Damaskus dipimpin oleh Olli Heinonen, kepala inspektorat global IAEA yang berbasis di Wina, Austria. Dalam tim itu juga terdapat dua pakar teknologi nuklir yang familiar dengan Suriah.
"Kami akan mengadakan pertemuan pertama kami sore ini. Jadi kami akan mulai mencari fakta-fakta malam ini," kata Heinonen kepada wartawan di bandara Wina mengenai pembicaraan tim dengan pejabat-pejabat Suriah seperti dilansir Reuters, Senin (23/6/2008).
Tim IAEA akan mengadakan pembicaraan di Damaskus dan melakukan kunjungan ke al-Kibar, lokasi yang dibom Israel tersebut. Selanjutnya tim akan kembali ke Wina pda Rabu, 25 Juni mendatang.
IAEA mulai memasukkan Suriah ke dalam daftar pengawasannya sejak April lalu. Yakni setelah menerima foto-foto intelijen dari AS yang memperlihatkan sebuah reaktor yang bisa menghasilkan bahan bakar untuk bom plutonium.
Pemerintah Suriah membantah menyembunyikan sesuatu dari IAEA. Dikatakannya, foto-foto dari AS tersebut merupakan rekayasa. (ita/nrl)











































