SBY Bertemu PM Australia

SBY Bertemu PM Australia

- detikNews
Jumat, 13 Jun 2008 07:13 WIB
Jakarta - Presiden SBY menerima kunjungan resmi PM Australia, Kevin Michael Rudd. Ini kali ke dua kepala pemerintahan Australia tersebut mengadakan kunjungan resmi ke Indonesia.

Jadwal pertemuan SBY-Rudd berlangsung pagi ini, Jumat (13/6/2008), pukul 9.00 WIB, di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. Salah satu agenda utama pembicaraan mereka adalah penanganan masalah krisis energi dan pangan dunia yang akan dibahas dalam KTT G8 di Jepang.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia diundang menghadiri KTT G8 awal Juli besok. Padahal KTT G8 merupakan ajang pertemuan tingkat tinggi khusus para kepala pemerintahan dari delapan negara maju dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden SBYdan PM Rudd juga membahas KTT G-8 di Hokkaido, yang akan dihadiri kedua pemimpin. Presiden secara khusus akan menitik-beratkan pada masalah food security," ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal.

Setelah diterima presiden, PM Rudd akan mengadakan kunjungan kehormatan ke sejumlah pejabat di Indonesia. Rudd akan bertemu Warpes Jusuf Kalla, Ketua DPR Agung Laksono, Gubernur NAD Irwandi Yusuf dan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan.

Khusus pertemuan dengan Gubernur NAD akan diadakan di Banda Aceh. Rudd dalam kesempatan di NAD sekaligus menghadiri peresmian penggunaan gedung SD Islam Negeri Ulee Lhue dan Pusat Pengembangan Aquaculture Aceh yang pembangunannya dibiayai bantuan rakyat Australia untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana tsunami.

Sejak dimulai pada 1949, hubungan diplomatik dengan Australia mengalami banyak dinamika. Paling mencolok isu batas wilayah laut dan sikap atas terhadap separatisme di Papua. Hubungan ini memasuki babak baru dengan ditandatanganinya Deklarasi Kemitraan Komprehensif (4 April 2005) serta Traktat Lombok (13 Nopember 2006).

Australia adalah mitra dagang terbesar Indonesia nomor 10 dengan total perdagangan tahun lalu mencapai US$ 6,4 miliar. Sapi, daging dan susu adalah produk utama yang diimpor Indonesia dari Australia. (lh/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads