Hal itu terungkap dalam penjelasan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Chairul Anwar di kantornya, Jl Wijaya II, Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2009). Dia menunjukkan 19 butir pil yang masih terbungkus rapi dan bungkus coklat Alpine.
"Jadi Happy Five dikira coklat," kata Chairul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari tas suaminya ditemukan 3 strip pil itu. Sri tak mengetahui pil apa itu. Dia lalu menyimpannya di kulkas. Sebelumnya, 3 strip pil yang masing-masing berisi 10 butir itu dimasukkannya ke dalam bekas bungkus coklat Alpine.
Esok paginya, Rida yang hendak berangkat ke sekolah mengobok-obok kulkas. Dia menemukan bungkus coklat Alpine itu. Mengira barang itu coklat, akhirnya dia bawalah ke sekolah sebagai bekal. Setiba di sekolah, bocah polos itu memakan 'coklat' tersebut dengan empat temannya. Sekitar 11 butir langsung ludes.
Tidak lama kemudian, Rida dan empat kawannya teler. Mereka berjalan sempoyongan, menabrak tembok dan pintu, bahkan ada pula yang pingsan. Kelimanya kemudian dilarikan ke RS Fatmawati. Siswa TK yang bernama Andrian kini masih dirawat intensif di RS. Urine kelimanya positif mengandung zat psikotropika. (nrl/fiq)











































