Keduanya tiba di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Jaksel, Selasa (10/6/2008) pukul 13.26 WIB. Tanpa di borgol keduanya melenggang bebas turun dari mobil Toyota Kijang menuju ruang kerja Polres di lantai dua. Sambil menunggu konferensi pers, keduanya dijamu di ruang kerja Mapolres sebelum dipertemukan dengan wartawan.
Perlakuan istimewa tidak hanya sampai di situ. Selain tidak diborgol kedua tangannya, saat keduanya memasuki ruang konferensi pers, polisi membiarkan Hermanto menutup mukanya dengan tangan serta baju hem tahanan warna oranye.
Perlakuan istimewa tidak hanya sampai di situ. Hermanto hanya dihadirkan beberapa menit dengan muka tertutup tangan dan baju tahanan kemudian dibawa lagi ke ruang kerja Kapolres. Adapun Hermanto diberikan waktu untuk memberikan keterangan kepada media lima menit.
Perlakuan istimewa ini tidak pernah di berikan polisi kepada pelaku kejahatan lainnya. Sepanjang catatan detikcom, setiap tahanan sebelum dan sesudah jumpa pers dimasukkan sel tahanan. Selain itu, kedua tangan penjahat juga tidak pernah lepas dari borgol. Bahkan, biasanya polisi melarang penjahat menutup mukanya.
"Kaya artis saja," kata Kapolres Jaksel, Kombes Pol Chairul Anwar beberapa saat lalu saat menggelar kasus kejahatan. (asp/aba)











































