Australia Diundang Ikut Kursus Reguler Lemhannas

Australia Diundang Ikut Kursus Reguler Lemhannas

- detikNews
Selasa, 10 Jun 2008 14:48 WIB
Jakarta - Untuk pertama kalinya, Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) mengundang peserta asing mengikuti kursus regulernya. Australialah yang mendapat kehormatan pertama itu.

"Kami merasa terhormat dan gembira bahwa Australia adalah negara asing pertama yang diundang oleh Lemhannas RI untuk mengirimkan seorang peserta ke kursus regulernya mulai tahun depan," ungkap Duta Besar Australia Bill Farmer, dalam siaran pers yang disampaikan Kedutaan Besar Australia ke redaksi detikcom, Selasa (10/6/2008).

Undangan Lemhannas ini menandakan hubungan baik yang telah terjalin antara Pusat Kajian Pertahanan dan Strategis Australian Defence College dan Lemhannas. Kerjasama yang baik ini mulai terjalin sejak kedua pihak menandatangani Nota Kesepahaman pada bulan Oktober yang lalu tentang kerja sama terkait pendidikan yang lebih erat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Selasa ini, wakil dari Australian Defence College kemudian bertandang ke Lemhannas untuk bertemu dengan mitra mereka membicarakan tantangan kontemporer keamanan di kawasan seperti pemanasan global, bencana alam dan kejahatan lintas-negara. Ini merupakan kegiatan pertama antara dua lembaga setelah penandatanganan Nota Kesepahaman.

"Pembicaraan tersebut memberikan kesempatan yang istimewa bagi pemimpin senior masa depan dari kedua negara untuk mengembangkan pemahaman bersama tentang masalah-masalah keamanan kawasan, dengan pengakuan banyak dari tantangan ini hanya dapat ditangani secara efektif melalui kerja sama berkelanjutan," imbuh Farmer.

Kerja sama antara Australian Defence College dan Lemhannas RI juga mencerminkan hubungan pertahanan yang erat antara kedua negara. Pendidikan tetap menjadi pilar penting kerja sama dalam hubungan pertahanan bilateral.

Kedua lembaga telah menyatakan tekad mereka untuk meningkatkan hubungan kerja sama melalui wacana akademis yang lebih luas antara para peserta tentang tantangan strategis keprihatinan bersama.

Selama kunjungan mereka ke Indonesia, para peserta Pusat Kajian Pertahanan dan Strategis akan memperluas pemahaman mereka terhadap situasi dan kondisi keamanan, kebudayaan dan sejarah tetangga terdekat Australia melalui pertemuan dan diskusi dengan pejabat militer, pemerintah dan industri, dan kunjungan ke sejumlah situs budaya yang penting.
(aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads