Belasan anggota JAI di Solo, Senin (9/6/2008) malam, terlihat berkumpul di Masjid Baitul Karim di Kampung Carangan, Baluwarti, Solo. Rumah warga yang dikontrak JAI tersebut, selama ini memang dijadikan sebagai masjid sekaligus pusat kegiatan JAI di Solo.
Setelah menjalankan salat isya' secara berjamaah yang dipimpin Ustad Rohim, pimpinan JAI di Solo, belasan orang yang rata-rata masih muda tersebut tidak segera meninggalkan masjid. Mereka tetap berkumpul sambil membicarakan SKB yang baru saja diterbitkan terkait kelompok mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang kami langgar sehingga kami harus menghentikan dakwah. Kami merasa tidak menyalahi hukum Islam yang termuat dalam Al Quran dan Al-Hadits. Kami juga tidak pernah melakukan kekerasan, tapi mengapa justru kami yang dilarang," ujar Rohim.
Namun demikian, lanjut dia, warga JAI di Solo yang berjumlah tidak kurang dari 200 orang tidak akan melakukan keputusan sendiri untuk bertindak menyikapi SKB tersebut. "Kami menunggu perintah dari pimpinan pusat," pungkas dia.
(mbr/asy)










































