Menurut saksi mata, Resa (23), kala dia hendak menaikan salat zuhur menjelang pukul 14.00 WIB, tiba-tiba dikagetkan dengan suara teriakan pengunjung.
"Pengunjung jerit-jerit dan berlari berhamburan. Ada yang masuk boks ATM, ada yang masuk salon kuku," cerita Resa pada detikcom, Rabu (4/6/2008).
Resa ikut panik dan lari masuk ke dalam boks ATM. Dia mengaku melihat dua pria berkulit hitam dan berbadan tinggi tegap, rambut cepak, melintas di hadapannya. Darah mengalir deras dari wajah salah satu pria tersebut.
"Ada dua laki-laki yang turun ke basement sambil bawa samurai. Bajunya putih penuh darah. Darah juga masih ngucur di mukanya," imbuh dia.
Dia melanjutkan, pihak keamanan Citos pun tak dapat berbuat apa-apa. Karena saat kedua pria itu berjalan menuju basement, mereka mengacung-acungkan samurai ke pengunjung sambil berteriak, 'Minggir, minggir lo semua!'
"Satpam cuma bisa nenangin pengunjung saja. Sekitar 15 menit setelah kejadian, polisi datang," tuturnya.
Akibat insiden itu, darah tidak hanya bercecer di Brew & Co saja. "Darahnya sampai ke kafe seberangnya," pungkasnya. (ptr/nrl)











































