Berikut wawancara detikcom dengan Ucok yang bersama rombongan Front Pembela Islam (FPI) meninggalkan markas FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2008) menuju Polda Metro Jaya:
Sudah lama ikut gabung ini (FPI)?
Oh baru Mas, baru 2 bulan.
Sudah kerja atau masih kuliah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu itu kok pakai baju hitam, nggak pakai putih-putih?
Dibagikan seragam. Kehabisan, saya nggak dapet.
Kejadiannya waktu itu bagaimana?
Ya saya di barisan, ada orasi memprovokasi. Terus ada suara letupan senapan. Merasa terancam ya kami nyerbu.
Kok bisa sampai kayak gitu (dicekik)?
Ya saya mau ikut nyerang tiba-tiba ada yang mencekal leher saya. Saya nengok ke belakang, saya nggak tahu itu ketuanya. Ya sudah saya nggak jadi nyerang.
Kenal sama Pak Munarman kapan?
Ya baru kali ini. Saya baru tahu. Sebelumnya cuma pengajian sama habib-habibnya. Saya gabung karena kesadaran, nggak ikut-ikutan.
Apa karena nganggur (ikut FPI) untuk mengisi kegiatan?
Ya bisa gitulah...
Sementara rombongan FPI yang berangkat ke Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.30 WIB, menumpang 10 mobil. Dalam rombongan itu, tidak tampak Munarman. Yang tampak hanya Ketua FPI Pusat Habib Rizieq Shihab, Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Ahmad Sumargono, dan salah satu anggota Tim Pengacara Muslim. (nwk/nrl)










































