Hasil uji BPPT terhadap blue energy ini dipaparkan oleh Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman dalam jumpa pers di gedung BPPT, Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (2/6/2008). Kusmayanto didampingi Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Unggul Priyanto dan peneliti Balai Termodinamika Motor dan Propulsi BPPT Prawoto.
"Setelah dianalisa, dapat disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukanlah hal aneh. Tapi, merupakan varian dari minyak diesel dari bahan bakar fosil," kata Kusmayanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber di BPPT membocorkan bahwa blue energy inilah yang pernah diperlihatkan kepada Presiden SBY oleh tim dari Heru Lelono dan Joko Suprapto cs dan pernah dipamerkan di arena Konferensi Climate Change di Bali akhir 2007 lalu. Anehnya, BPPT mendapatkan blue energy ini bukan dari PT Sarana Harapan Indo (SHI) Corp - perusahaan yang mengembangkan blue energy -, tetapi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Dephub.
Menurut Kusmayanto, setelah mendapatkan 1 jirikan blue energy ini, peneliti BPPT melakukan dua tahap pengujian. Tahap pertama, membandingkan blue energy dengan bahan bakar solar reguler dan petradex produksi Pertamina yang biasa dijual di SPBU.
Lalu, pengujian kedua dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara pembuatan blue energy tersebut. "Pengujian yang kedua ini, kita mau tahu dari mana kira-kira bisa dapat satu jiriken ini," kata Kusmayanto.
Pengujian terhadap blue energy ini dilakukan dengan mobil Isuzu Panther. "Dari hasil itu, dapat diketahui bahwa 80% blue energy itu sama atau mirip dengan solar regular dan petradex," jelas Kusmayanto. (asy/nrl)











































