Setidaknya, itulah hasil polling surat kabar Reforma yang dikutip Reuters, Senin (2/6/2008).
Hasil polling itu menunjukkan 53 persen penduduk menilai pengedar narkoba telah bersatu untuk melawan pemerintah, yang mencoba untuk menghalangi peredaran narkoba hingga ke Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polling itu dilakukan terhadap 1.515 orang dengan tingkat kesalahan sekitar 2,5 persen.
Bulan Mei 2008 di Mexico tampaknya menjadi trauma tersendiri bagi warga akibat aksi pembunuhan yang dilancarkan pengedar narkoba. Polisi pun menjadi sasaran pembantaian itu.
Presiden Calderon sebelumnya mengerahkan ribuan polisi dan tentara turun ke jalan untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba. Dari 500 orang yang terbunuh, polisi termasuk di dalamnya.
Menurut harian Milenio, angka kematian aparat tersebut merupakan yang tertinggi sejak Calderon menjabat Presiden pada Desember 2006.
Jaksa Agung Eduardo Medina Mora menyebutkan, 4.152 orang tewas terkait penyalahgunaan narkoba. 450 Orang di antaranya adalah polisi, tentara dan petugas pemerintah. (fiq/irw)










































