"Dengan restu Sultan Sepuh dan seluruh rakyat Cirebon, la haula walaquwwata illa billah, saya siap menerima amanat untuk memimpin Cirebon ke arah yang lebih baik," kata PRA Arief Natadiningrat di Bangsal Pagelaran Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/6/2008).
Sekitar 8 ribu undangan yang terdiri dari keluarga keraton, kalangan LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat pun menyambutnya dengan teriakan 'Allahu Akbar' dan 'Hidup Pangeran'.
Arief yang juga anggota DPD-RI memaparkan kondisi masyarakat Cirebon yang masih memprihatinkan. Hal itu tampak dari 203.025 rumah tangga miskin atau setara dengan 812.100 jiwa. Selain itu, sekitar 60 persen gedung sekolah dasar rusak, dan 21 ribu warga masih belum melek huruf.
Sejumlah program dia tawarkan jika nantinya terpilih memimpin Kabupaten Cirebon. Antara lain, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan anggaran pendidikan dan kesehatan. Dia juga menjanjikan peningkatan ketahanan pangan, perbaikan sarana pendidikan, dan pengembangan pesantren.
Arif pun meminta pegawai negeri sipil (PNS), Polri dan TNI bersikap netral dalam pilkada dengan tidak terlibat dalam tim sukses pasangan manapun.
"Saya juga mengajak kepada kandidat balon Bupati dan Wakil Bupati untuk bersama-sama melaksanakan proses tahapan Pilkada secara kondusif, dewasa dan sehat," kata Arief yang lahir pada 5 September 1965 ini.
Usai acara, Arief membagikan bingkisan bagi 400 anak yatim, dan ratusan sembako lainnya untuk fakir miskin.
(Reno Nugraha/fiq)











































