Dirjen Bea dan Cukai Depkeu Anwar Suprijadi mengaku pihaknya belum mempunyai alat dan kemampuan yang bisa melacak modus operandi penyuapan di Bea dan Cukai. "Semula suap fisik antara importir dan petugas, namun sekarang sudah melalui transfer, kurir, via telepon dan SMS," urainya melalui pesan singkat kepada detikFinance, Sabtu (31/5/2008).
Dengan modus baru tersebut Anwar mengatakan pihaknya tidak mempunyai alat penyadap untuk melacaknya. "Kemampuan dan tenaga kami juga terbatas, sehingga institusi yang lebih kredibel seperi KPK, sesuai kesepakatan, KPK akan membantu kemampuan petugas Kepatuhan Internal Bea dan Cukai," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui petugas KPK Jumat (30/5/2008) hingga Sabtu (31/5/2008) dini hari menggeledah KPU Bea Cukai Tanjung Priok dan KPK menemukan sejumlah uang dalam jumlah besar yang diduga uang suap. (dnl/asy)











































