Ketua Tim DD-ICC Sunaryo Adhiatmoko menyatakan, pihaknya sudah menunggu selama sembilan hari untuk memperoleh visa melalui Kedutaan Myanmar di Bangkok. Sementara menunggu izin masuk itu, tim ini bertahan di perbatasan Myanmar - Thailand di Mae Sot, Provinsi Tak, Thailand, dan mendistribusikan bantuan dari sana secara sembunyi-sembunyi.
"Sampai hari ini visa tidak kunjung turun. Kita tentu saja kecewa. Kedutaan Besar Indonesia di Bangkok juga sudah membantu melobi Kedubes Myanmar untuk izin ini. Namun sejauh ini Myanmar belum memberikan kepastian. Mereka hanya mengatakan tunggu dan tunggu," kata Sunaryo kepada detikcom di Mae Sot, sekitar 600 kilometer dari Bangkok ibukota Thailand, Jumat (30/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun begitu, dipandang perlu untuk melihat langsung aksi kemanusiaan yang dilakukan relawan DD-ICC di sana, dan agar kita dapat lebih memfokuskan bantuan," kata Sunaryo.
Dalam pelaksanaannya, tim lapangan di Myanmar berkoordinasi dengan tim relawan asal Thailand yang berada di Mae Sot. Uang dikirimkan secara berantai melewati perbatasan. Setelah diterima di Myanmar, uang itu dibelikan barang-barang secara bertahap.
"Tidak bisa beli banyak sekaligus, sebab membawa barang dalam jumlah besar, akan banyak pemeriksaan dan bisa-bisa bantuan disita. Begitulah situasinya," tukas Naryo. (rul/asy)











































