BKM Bentuk Kepanikan Pemerintah

BKM Bentuk Kepanikan Pemerintah

- detikNews
Jumat, 30 Mei 2008 18:21 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah memberikan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) sebesar Rp 500 ribu per semester masih dipandang negatif. Bahkan pemberian BKM hanya dinilai sebagai bentuk kepanikan pemerintah.

"Kebijakan itu merupakan taktik akal-akalan SBY-JK yang berfikir secara panik menyikapi aksi mahasiswa yang terus menguat dan tidak bisa dibendung sehingga dimunculkan program BKM," ujar perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) Eko Nugroho.

Hal itu dikatakan dia saat jumpa pers di Jl Mampang Prapatan XI, Jakarta Selatan, Jumat (30/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eko, sebelumnya tidak pernah ada janji-janji yang dilontarkan pemerintah jika subsidi BBM dicabut akan ada alokasi APBN untuk mahasiswa.

"Pemerintah hanya berjanji menyalurkan BLT saja," tegas Eko.

Meski sadar bahwa banyak juga mahasiswa yang tidak mampu secara finasial, FPR  mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menolak BKM ini.

"Sangat tidak bermoral bila mahasiswa menerima suap dalam bentuk BKM ini di tengah penderitaan rakyat yang lebih besar," pungkasnya. (ana/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads