"Iklan saya pada pemerintah sebagai bentuk kritik. Ini bukan negative campaign atau black campaign tapi attack campaign. Dan itu dibenarkan dalam demokrasi, karena datanya ada," kata Wiranto.
Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk 'Efektivitas Pencitraan Pemimpin Melalui Iklan' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iklan ini sah-sah saja. Itu hanya saran, mohon dipertimbangkan. Kalau tidak ya kita tidak bisa berbuat apa-apa wong kita bukan pemerintah," imbuhnya.
Dikatakan Wiranto, sebenarnya posisi dia jelas membela masyarakat. Sayangnya, kadang kala terjadi salah tangkap atas apa yang dilakukannya.
"Saya itu melihat dari domain kemanusiaan dan keadilan, tapi selalu saja dilihat dari kacamata politik sehingga kecenderungannya jadi politis," tuturnya. (nvt/nrl)











































