Selama tahun 2007, angka bunuh diri mencapai 18,8 persen per 100 ribu tentara. Sedangkan tahun 2006, tingkat bunuh diri mencapai 17,3 persen per 100 ribu tentara. Tahun 2005, angkanya berkisar 12,8 persen dan 10,8 persen pada tahun 2004.
"Ini angka tertinggi sejak militer mulai melakukan pencatatan," kata Kolonel Thomas Languirand mengenai angka bunuh diri tahun 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporannya, militer mengungkapkan bahwa separuh dari tentara yang bunuh diri baru saja mengalami kegagalan hubungan percintaan.
Menurut militer AS, perilaku bunuh diri secara signifikan lebih banyak ditemui pada prajurit muda atau yang belum menikah.
Pejabat-pejabat militer AS mengakui, penempatan ke medan tempur dalam jangka waktu lama merupakan sumber utama stress dalam kehidupan tentara.
Dari 115 prajurit yang bunuh diri selama 2007, 43 persen di antaranya bunuh diri usai penempatan ke zona perang. Sebanyak 31 persen di antaranya mengakhiri hidup mereka saat sedang ditempatkan di sebuah negara. Dan 26 persen di antaranya merupakan prajurit yang belum pernah dikirimkan ke medan tempur.
(ita/nrl)











































