Dalam situasi seperti itu diperlukan sumbangan pikiran dan masukan berarti kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia di tanah air untuk terus maju di tengah situasi ekonomi dunia yang serba sulit seperti itu.
Demikian benang merah yang mengemuka dalam Dialog Interaktif dengan tema Retrospeksi dan Tantangan ke Depan, yang digelar KBRI Stockholm dalam rangka memperingati 100 tahun Harkitnas, bertepatan dengan Peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda dan 10 Tahun Reformasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes Linggawaty, pemegang akreditasi untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, mengharapkan agar masyarakat Indonesia di Swedia melihat berbagai peluang yang dapat lebih memberikan sumbangan dan dukungan dalam berbagai bentuk untuk pembangunan bangsa.
Dialog interaktif tersebut telah digelar pada 25/5/2008, diikuti oleh perwakilan masyarakat Indonesia dari Stockholm dan sekitarnya, Goteborg dan Umea yang berjarak lebih dari 800 km dari ibukota Swedia.
(es/es)










































