Aksi mogok ini dilakukan sopir dalam rangka meminta pemerintah Kabupaten Garut, Jawa barat, untuk segera menetapkan kenaikan tarif angkutan kota dan bus. Ini demi menyesuaikan harga kenaikan BBM yang mulai diberlakukan Sabtu (24/5/2008) dini hari tadi.
Para sopir angkot itu memulai aksi mogoknya pada pukul 09.00 WIB. Mereka memarkir kendaraannya disejumlah ruas jalan sambil melakukan sweeping pada sopir angkot yg masih membawa penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penumpang yang diturunkan paksa tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka harus berjalan kaki menuju tempat tujuan. Namun ada beberapa di antaranya menyambung perjalanannya dengan delman dan ojek.
Angkot yg melakukan aksi mogok diantaranya angkot 04 jurusan Cipanas, 09 jurusan Samarang, 10 jurusan Leles dan angkutan 13 jurusan Perum Cempaka.
Menurut salah seorang sopir angkot jurusan Cipanas, Amun, pihak sopir meminta tarif angkutan naik sebesar Rp.2.500 dari tarif semula Rp 2.000. Amun mengaku pusing harus membayar setoran yang naik Rp 30 ribu menjadi Rp 150 ribu.
"kami minta kenaikan tarif tersebut segera dinaikan agar kami bisa terus hidup dan kami akan terus mogok sampai tuntutan kami dikabulkan," ancam Amun.
Hingga pukul 13.15 WIB, aksi mogok angkutan masih terus berlangsung. Bahkan banyak sopir angkot yg memilih menyimpan kendaraan di garasinya masing-masing.
(ana/ana)











































