Pesan singkat tersebut berbunyi:
"Sudah 10 hari Joko, penemu BBM dari air menghilang. SBY perintahkan Kapolri, Panglima TNI, BIN, Bais, Densus 88 utk mencari. Krn SBY sdh putuskan di sidang kabinet, akan dilaunching pd peringatan 100 thn kebangkitan nasional. Istana gerah kpd Tim Blue Energy krn merasa dipermalukan. Menristek Kusmayanto kena semprot Syamsir krn bisa merusak pemerintah dan menghancurkan sosialisasi kenaikan BBM. (A1 Classified)"
Informasi ini pun segera dikonfirmasikan kepada Heru Lelono, ketua Tim Blue Energy. Staf khusus Presiden SBY yang baru bisa dihubungi Kamis kemarin tersebut mengakui dirinya memang sedang mencari-cari keberadaan Joko yang beberapa hari terakhir tidak diketahui kabar beritanya.
"Iya kebetulan hilang. Saya juga lagi cari-cari. Kalau sudah ketemu, nanti saya beri keterangan," ujar dia melalui telepon yang setelah itu tidak bisa lagi dihubungi.
Tapi mantan aktivis PDI-P itu sempat membantah bahwa ada agenda peluncuran Blue Energy pada peringatan 100 tahun Kebangkitan Indonesia 20 Mei 2008. Bantahannya sejalan dengan keterangan pihak protokoler yang menyatakan tidak ada agenda selain puncak peringatan di Gelora Bung Karno, Senayan.
Anehnya para pejabat negara yang disebut dalam SMS, mengaku tidak tahu menahu tentang isu ilmuwan hilang itu. Mereka kompak bertanya balik kepada wartawan siapakah ilmuwan dimaksud. "Siapa itu? Belum pernah dengar. Tidak ada perintah mencari," kata Kepala BIN, Syamsir Siregar ketika itu.
Sumber yang ditemui detikcom juga menyatakan SMS dikirim seseorang yang pada Pilpres 2004 merupakan anggota tim sukses SBY-JK. Tapi orang ini tidak lagi dipertahankan dalam squad setelah duet SBY-JK memimpin pemerintahan RI. (lh/asy)











































