Ratusan mahasiswa yang terdiri dari berbagai elemen itu awalnya berunjuk rasa di depan kantor DPRD Jawa Tengah, Jl Pahlawan, Semarang, Jumat (23/5/2008). Mereka mendesak anggota dewan menolak rencana pemerintah pusat menaikkan harga BBM.
Namun sekian lama berorasi, mereka tak juga ditemui para wakil rakyat. Akhirnya para mahasiswa pun berniat masuk ke dalam gedung DPRD Jawa Tengah. Tapi niat mereka dihalangi oleh puluhan aparat kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ini membuat polisi emosi. Mereka langsung memukuli para mahasiswa dengan pentungan. Beberapa mahasiswa melakukan perlawanan, sedangkan yang lainnya memilih kabur menyelamatkan diri. Tapi polisi terus mengejar. Beberapa orang mahasiswa akhirnya ditangkap dan dinaikkan ke truk polisi.
Melihat beberapa rekannya tertangkap, para mahasiswa yang sempat kabur kembali balik arah. Mereka mencoba menghalangi truk polisi yang mengangkut rekan mereka meninggalkan gedung DPRD. Tapi usaha itu sia-sia. Meski dilempari batu, truk tersebut berhasil menerobos barikade mahasiswa.
Hingga pukul 10.45 WIB, para mahasiswa yang berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu masih berada di sekitar gedung DPRD Jawa Tengah. (djo/nrl)











































