Iran Belum Juga Makamkan Ayatollah Khamenei, Kenapa?

Iran Belum Juga Makamkan Ayatollah Khamenei, Kenapa?

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Apr 2026 14:43 WIB
Mendiang Ayatollah Ali Khamenei (dok. Reuters)
Mendiang Ayatollah Ali Khamenei (dok. Reuters)
Teheran -

Iran belum juga memakamkan mantan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, sekitar lebih dari tujuh minggu setelah dia meninggal akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu.

Otoritas Iran, seperti dilansir NDTV dan Hindustan Times, Senin (20/4/2026), belum mengambil keputusan akhir soal lokasi pemakaman Ali Khamenei.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintahan Teheran, yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei, anak laki-laki Khamenei, sedang sibuk menangkal ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh pasukan AS dan Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, seorang pakar keamanan menilai para pejabat Iran "terlalu takut" untuk menggelar seremoni pemakaman besar-besaran dan mewah untuk mendiang pemimpin tertinggi negara tersebut di tengah konflik yang berlangsung.

Tahun 1989 silam, Iran menggelar seremoni pemakaman besar-besaran selama beberapa hari untuk pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Jutaan warga Iran membanjiri jalanan Teheran untuk menghadiri seremoni pemakaman Khomeini.

Namun, pemandangan serupa tidak dapat dilihat untuk Khamenei saat perang antara Iran melawan AS-Israel terus berkecamuk.

Behnam Taleblu dari Yayasan untuk Pembelaan Demokrasi mengatakan kepada New York Post bahwa rezim Mojtaba lumpuh karena ketakutan, dan Iran tidak dalam posisi untuk menggelar seremoni peringatan yang megah saat perang yang diwarnai gencatan senjata yang rapuh.

"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu dalam analisisnya.

Taleblu menilai bahwa ketidakmampuan Iran untuk menggelar pemakaman Khamenei hingga berminggu-minggu "mengungkapkan banyak hal".

"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," sebutnya.

Sejumlah alasan bisa menjadi penyebab Iran menghindari seremoni pemakaman yang megah. Menurut Taleblu, Teheran masih diliputi kekhawatiran akan potensi serangan udara Israel dan aksi protes nasionalis. Satu alasan lainnya adalah teka-teki soal Mojtaba, pemimpin tertinggi Iran yang baru, yang absen.

Sudah beberapa minggu sejak ayahnya meninggal, Mojtaba belum juga muncul di depan umum. Rezim Teheran harus menjelaskan ketidakhadiran Mojtaba jika mereka memutuskan untuk memakamkan ayahnya dalam waktu dekat.

Pada awal Maret lalu, kantor berita Iran, Fars News, melaporkan Khamenei akan dimakamkan di kota Mashhad, kota di sebelah timur laut Iran, yang merupakan kota kelahiran almarhum. Kota Mashhad terletak di perbatasan Iran dengan Turkmenistan, jauh dari Israel.

Pada saat itu, Teheran mengatakan bahwa seremoni penghormatan terakhir akan berlangsung selama tiga hari, dan prosesi pemakaman akan diumumkan kemudian. Namun hingga kini tidak ada seremoni yang digelar.

Tonton juga video "Presiden Iran Sebut AS Coba Rampas Hak Negaranya: Siapa Anda?"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait