Keduanya tewas setelah speed boat yang ditumpanginya terhempas gelombang setinggi empat meter di perairan Tayando. "Kami baru dengar kabarnya hari ini setelah mendapat informasi dari KPUD Malra," ujar ketua sekretaris KPUD Maluku, Arsyad Rahawarin, kepada detikcom di kantor KPUD Maluku, Jl Sultan Hasanuddin, Ambon, Kamis, (22/5/2008).
Menurut Rahawarin, kedua petugas penyelenggara Pilkada Gubernur Maluku ini hendak mengantar daftar Pemilih Sementara (DPS) ke kota Tual, ibukota Malra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novan dan Saleh meninggal, sedangkan dua penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh kapal milik TNI AL dan Kapal Pelni.
Ketika mendengar kabar ini, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu berjanji akan memberikan santunan pada keluarga korban. "Itu tugas negara. Pemerintah Daerah Maluku akan memberikan santunan kepada keluarga korban," kata Gubernur. (han/gah)











































