Meski sejumlah kota di Provinsi Sichuan, yang menjadi pusat gempa, telah rata dengan tanah, namun dengan sopan China menolak tim SAR Australia. Tim Jepang yang baru tiba di bandara juga dipaksa pulang ke negara mereka. Padahal ribuan orang masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter.
Para ahli SAR dari Korea Selatan juga ditolak. Padahal China harus berlomba dengan waktu untuk menemukan korban yang kemungkinan masih hidup meski tertimbun puing-puing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal Jepang siap mengerahkan tim SAR dan medis sejumlah 80 orang, begitu pula anjing-anjing pelacak.
Australia juga siap telah menyiapkan timnya untuk dikirimkan ke daerah bencana. Namun Australia diberitahu kalau sistem trasportasi di Sichuan hancur parah sehingga tidak mungkin bagi mereka mencapai lokasi.
Tawaran Korea Selatan (Korsel) juga ditolak. Negeri itu telah menawarkan 42 petugas penyelamat dan lebih dari 20 staf medis. Namun China bersedia menerima sumbangan dana sebesar US$ 1 juta dari Korsel.
China juga telah menerima bantuan dari Prancis berupa tenda, selimut dan kebutuhan medis senilai sekitar 250 ribu euro. (ita/nrl)











































