China Tolak Tim SAR Asing untuk Cari Koban Gempa

China Tolak Tim SAR Asing untuk Cari Koban Gempa

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2008 09:53 WIB
Beijing - Pemerintah China menolak tim ahli SAR dan anjing-anjing pelacak yang ditawarkan internasional untuk membantu upaya pencarian korban pascagempa di negeri itu. Namun China bersedia menerima bantuan dana dan barang-barang kebutuhan dari negara asing.

Meski sejumlah kota di Provinsi Sichuan, yang menjadi pusat gempa, telah rata dengan tanah, namun dengan sopan China menolak tim SAR Australia. Tim Jepang yang baru tiba di bandara juga dipaksa pulang ke negara mereka. Padahal ribuan orang masih tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter.

Para ahli SAR dari Korea Selatan juga ditolak. Padahal China harus berlomba dengan waktu untuk menemukan korban yang kemungkinan masih hidup meski tertimbun puing-puing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami diberitahu kalau China tidak bisa menerima tim penyelamat saat ini dikarenakan buruknya kondisi sistem transportasi, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/5/2008).

Padahal Jepang siap mengerahkan tim SAR dan medis sejumlah 80 orang, begitu pula anjing-anjing pelacak.

Australia juga siap telah menyiapkan timnya untuk dikirimkan ke daerah bencana. Namun Australia diberitahu kalau sistem trasportasi di Sichuan hancur parah sehingga tidak mungkin bagi mereka mencapai lokasi.

Tawaran Korea Selatan (Korsel) juga ditolak. Negeri itu telah menawarkan 42 petugas penyelamat dan lebih dari 20 staf medis. Namun China bersedia menerima sumbangan dana sebesar US$ 1 juta dari Korsel.

China juga telah menerima bantuan dari Prancis berupa tenda, selimut dan kebutuhan medis senilai sekitar 250 ribu euro. (ita/nrl)


Berita Terkait