"Habis digorok penumpang. Untungnya dia berontak dan sempat dilarikan ke rumah sakit," kata salah satu saksi, Dermawan alias Wawan (30) di RS Husada, Jl Mangga Dua, Jakarta, Minggu (11/5/2008).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Andri Irawan, begitu lelaki pengojek asal Tanah Abang dikenal teman-temannya, melintas di Jl Rajawali, Sawah Besar. Dia hendak mengantarkan calon penumpangnya ke Pasar Senen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Andri langsung matikan motor. Lalu memegang tangan pelaku. Sempat ngelawan, tapi celurit sempat mengenai leher,"Β jelas Wawan.
Mendapati calon korbannya tidak ciut nyali, pelaku langsung kabur. Sementara Andri langsung meminta pertolongan warga disekiar lokasi kejadian.
"Banyak yang melihat waktu Andri digorok. Tapi pada takut menolong. Hanya nonton," imbuh Wawan.
Usai dijahit dan mendapat perawatan seperlunya, Andri langsung dipulangkan ke rumahnya di Jl Jati Bundar VII Rt 13/14, Kebon Mlati, Tanah Abang. Andri memilih pulang ke rumah sebab tidak sanggup menanggung biaya rumah sakit.
"Kasihan. Nyari duit halal sedikit saja, ada saja yang jahat. Pelaku mau merampas motor Andri," pungkas Wawan.
(Ari/gah)











































