Ijab kabul dilaksanakan di Masjid Panepen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Jumat (9/5/2008) pukul 07.00 WIB.
Sultan tiba di masjid pukul 06.25 WIB didampingi adiknya GBPH Joyokusumo dan GBPH Prabukusumo. Sultan mengenakan surjan putih, dan duduk bersila di tengah-tengah masjid menghadap ke timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbodiningrat tampak ganteng mengenakan surjan putih polos dan blangkon coklat, tanpa keris. Dia duduk bersila berhadapan dengan Sultan menghadap barat. Sebelum ijab kabul, penghulu keraton KRT H Kamaluddiningrat memanjatkan doa nikah. Setelah doa selesai, Sultan melakukan ijab kabul menggunakan bahasa Jawa.
"Kanjeng Pangeran Haryo Purbodiningrat ingsun nikahaken putraningsun wadon Gusti Kanjeng Ratu Maduretno karo sira Pangeran Haryo Purbodiningrat kanti mas kawin Al Qur'an sak terjemahane, perabot solat lan ali-ali," kata Sultan.
Purbodiningrat kemudian menjawab akad nikah Sultan dengan menahan haru dengan mata berkaca-kaca. "Kulo tampi nikahipun putranipun putri dalem Gusti Kanjeng Ratu Maduretno kanti mas kawin Al Quran, sarto terjemahanipun seperabot alat solat, kalian kalpiko," jawabnya dengan suara pelan namun tegas.
Seusai ijab, pengantin pria kemudian menandatangani surat-surat administrasi yang disiapkan kepala KUA Keraton HM Mukhlis. Setelah semua lengkap, Sultan kemudian meninggalkan Masjid Panepen, menuju kediamannya dengan berjalan kaki di Keraton Kilen yang berjarak 40 meter.
Rombongan pengantin pria kemudian meninggalkan Masjid Panepen menuju Kesatriyan. Sementara pengantin putri Nurkamnari Dewi masih dipingit di Keputren dan baru akan dipertemukan saat panggih (temu) yang akan diadakan pukul 09.00 WIB. (nwk/nrl)











































