"Ini menunjukkan pemerintah sudah panik. Agar masalahnya tidak terlalu besar yang naik mobil-mobil pribadi saja. Untuk motor dan angkutan tidak usah karena mereka perlu disubsidi," kata Wail Ketua FPBR Ade Daud Nasution kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
Menurut anggota Komisi VII ini, kenaikan BBM yang ditunda-tunda mengakibatkan banyaknya aksi penimbunan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, jika pemerintah ingin menaikkan sebaiknya langsung dilakukan saja tanpa menundanya.
"Kalau mau naik, ya sudah sekarang. Sekarang juga keputusannya. Tidak usah ditunda-tunda, karena pasti akan ada penimbunan, itu hukum ekonomi," pintanya.
Ade menambahkan, pemerintah telah menambah pinjaman utang luar negerinya sekitar US$ 2 miliar. Tindakan pemerintah ini dinilai sebagai bentuk inkonsistensi pemerintah yang ingin menerapkan ekonomi yang mandiri.
"Dulu kita ingin lepas dari IMF tetapi di akhir pemerintahan SBY malah menambah utang. Ini tidak konsisten," tudingnya. (gah/nrl)











































