Saat ini dua kapal Angkatan Laut AS tengah berada di dekat perairan Myanmar menunggu lampu hijau dari junta militer untuk masuk ke negeri itu. Kapal-kapal tersebut dimaksudkan untuk melakukan misi evakuasi dan kegiatan-kegiatan pertolongan darurat lainnya.
Namun meski negaranya sangat membutuhkan bantuan, para jenderal Myanmar enggan menerima pertolongan militer AS. Mereka khawatir keterlibatan AS dan negara-negara Barat lainnya akan mengancam kekuasaan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan kami kepada penguasa militer: Izinkan AS datang dan membantu kalian, membantu rakyat," kata Bush seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/5/2008).
Menurut Gedung Putih, pemerintah AS berkomitmen memberikan bantuan senilai US$ 3 juta melalui lembaga bantuan guna memenuhi kebutuhan mendesak warga Myanmar pascatopan.
"Para jenderal harus memilih antara membantu rakyat Burma, atau takut kehilangan cengkeraman penuh mereka pada kekuasaan," kata Walter Lohman, pakar Asia Tenggara di lembaga Heritage Foundation di Washington, AS.
(ita/nrl)











































