Awalnya mereka dijadwalkan berangkat pukul 17.25 WIB. Namun pihak pesawat memberi tahu didelay hingga pukul 18.55 WIB. Namun setelah ditunggu hingga pukul 19.30 tetap saja tidak ada kejelasan. Tiba-tiba pihak Garuda memberitahu sekitar pukul 21.20 WIB pesawat batal berangkat.
"Penumpang luar kota diinapkan di Hotel Pangeran tanpa makan malam dan kompensasi laundry, sementara banyak penumpang yg tidak mempunyai pakaian sisa. Sungguh pelayanan yang luar biasa," kata seorang penumpang, Victor Taslim, kepada detikcom, Jumat (2/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Victor, akibat pelayanan yang mengecewakan ini para penumpang langsung menyerbu loket Garuda. Mereka menanyakan alasan pembatalan keberangkatan. "Alasan mereka pesawat dibatalkan karena ada pipa AC yang patah. Setelah kita ngamuk baru dikasih hotel," ujar dia.
Victor menjelaskan, di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, juga tidak diumumkan pembatalan pesawat melalui pengeras suara. "Sehingga penumpang yang berada di lantai 2 karena tidak tahu, mereka terus menunggu hingga diusir sekuriti," ujar dia.
Sementara pihak Bandara membenarkan batalnya keberangkatan pesawat Garuda. Namun dia belum tahu alasannya. "Saya baru masuk malam. Tapi memang benar ada yang batal," pungkas dia. (mly/mly)











































