Peristiwa itu terjadi di ATM kampus Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN di Jl Palagan Tentara Pelajar Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Jumat (2/5/2008) pukul 01.00 WIB.
Aksi perampokan tersebut dilakukan pelaku setelah melumpuhkan 5 satpam di kampus yang terletak di depan Hotel Hyatt Yogyakarta. Pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari
4 orang. Mereka menggunakan mobil sejenis Mitsubishi L300 warna gelap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wagimun yang berjaga bersama Sakiman (50) sempat dipukul di bagian muka dan tengkuk serta ditendang. Para pelaku kesal karena Wagimun tidak memberitahu tempat teman-temannya yang lain berjaga. "Kamu diam saja, di mana temanmu yang lain berjaga," kata Wagimun menirukan ucapan perampok yang berbahasa Jawa.
Karena takut ditembak, Wagimun akhirnya memberitahu tempat berjaga 3 satpam lain, yakni Darwoko (40) Suwadi (38) dan Suwarjono (40). Kelima orang satpam itu kemudian disekap di sebuah ruangan di kampus tersebut. Mereka diikat dengan tali rafia dan di lakban mulutnya.
Setelah itu kawanan perampok yang lain beraksi. Mereka menjebol 2 mesin ATM dengan cara merusak lantai keramik terlebih dulu. Mesin ATM BCA yang belum sempat dibuka langsung digondol perampok. Sedang mesin ATM BNI ditinggalkan setelah berhasil dirusak dan dikuras isinya.
Kapolres Sleman, AKBP Suharsono mengatakan berdasarkan laporan petugas bank, dua mesin ATM itu diperkirakan berisi uang Rp 475 juta. Mesin ATM BCA berisi uang pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 340 juta. Sedang ATM BNI sebesar Rp 125 juta. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku," kata dia. (bgs/djo)










































