Hal itu diungkapkan tim peneliti Yayasan Orangutan Indonesia (Yayorin) dalam siaran pers yang diterima redaksi detikcom, Selasa (29/4/2008).
"Pada tanggal 11 April 2008, dua orang masyarakat sedang berburu babi dengan menggunakan anjing dan tombak. Pada saat mereka sedang berburu, anjing mereka menemukan dua ekor banteng (induk dan anak). Induk banteng tersebut kemudian mereka bunuh dengan tombak, sedangkan anaknya kemudian ditangkap dan dibawa ke desa untuk dipelihara," ujar siaran pers itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yayorin mengharapkan keberadaan banteng di kawasan ini perlu dijaga. Diperlukan perhatian yang sangat serius dan langkah-langkah konkrit pelestarian dari semua pihak pemangku kepentingan. "Jangan sampai sebaran banteng yang sudah sangat terbatas di Kalimantan ini menjadi musnah," tutup siaran pers itu.
Banteng merupakan binatang endemik India, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Laos, Myanmar, Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Namun, saat ini, akibat perburuan dan degradasi habitat melalui pertanian, perkebunan, industri dan pemukiman, maka diperkirakan banteng (bos javanicus) di seluruh dunia hanya tersisa 3 ribu sampai 5 ribu ekor. Statusnya terancam punah. (aba/aba)











































