Residivis Mengaku Polisi, Dedi Nyaris Dibakar Massa

Residivis Mengaku Polisi, Dedi Nyaris Dibakar Massa

- detikNews
Selasa, 29 Apr 2008 01:05 WIB
Makassar - Gara-gara mengaku-ngaku anggota polisi, Dedi Sumaryono (30)  nyaris dibakar massa. Residivis yang baru semingu keluar dari penjara ini, mencoba merampas motor dengan menuduh pengendaranya pengedar narkoba.

Kejadian itu berlangsung di Jalan Tinumbu, Bontoala, Makassar sekitar pukul 21.30 WITA. Saat itu Dedi menghentikan motor Suzuki Shogun SP 125 milik Marwah (18) dan meminta remaja ini menunjukan STNK.

Saat itu Dedi mengenakan safari hitam lengkap dengan pin kepolisian yang biasa digunakan polisi. Karena tidak membawa STNK, Marwah pulang ke rumahnya dan membawa saudaranya, Syarif untuk menemui Dedi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat bertemu Syarif, Dedi langsung menuduhnya sebagai pengedar narkoba. "Kamu pengedar narkoba ya, ikut saya ke kantor polisi," kata Syarif menirukan Dedi di kantor Polsek Bontoala, Jalan Sunu, Makassar, Senin (28/4/2008)

Karena penampilannya cukup meyakinkan, akhirnya Syarif mau saja dibonceng Dedi menuju kantor polisi. Ditengah jalan Dedi bertemu dengan polisi dari Polsek Bontoala, Bripka  Syamsul Bahri, kemudian Dedi meminta Syamsul membawa Syarif ke polsek.

"Tolong diamankan. Dia copet. Saya mau mengurus korban dulu," kata Dedi

Namun Syamsul tidak lekas percaya, ia meminta Dedi dan Syarif untuk ke polsek dan membuat laporan disana. Karena penampilan Dedi yang mencurigakan, dan Syarif yang mengaku bukan copet, akhirnya polisi meminta Dedi menunjukan kartu anggotanya.

Begitu kepepet dan sadar aksinya sudah hampir terbongkar, Dedi kabur dan langsung menyambar kunci motor. Begitu kabur anggota Polsek Bontoala langsung mengejar sambil berteriak maling. Dedi pun tertangkap dan langsung dihajar massa. Nyawanya hampir saja melayang ketika beberapa warga sudah menyiapkan bensin untuk membakar Dedi.

Menurut anggota reserse Polsek Bontoala, Aiptu M Thamrin, aksi yang dilakukan Dedi bukanlah yang pertama kali. "Dia juga masuk penjara gara-gara ngaku-ngaku anggota polisi," kata Thamrin. (nal/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads