Polisi diduga masih ingin menyelidiki kasus ini lebih jauh terkait dengan motif serta dugaan ada orang lain yang terlibat.
"Dia (Kapolres Jakut) sengaja menahan informasi sampai kasus ini tuntas. Sebab dia ingin mencari motif dan kaki kaki tangan (penculik)," kata Adrianus saat dihubungi detikcom, Senin (28/4/2008).
Guru besar UI ini mengatakan, tertutupnya kasus Surini ini bisa jadi karena gaya kepemimpinan M Rum yang memang tertutup. Hal ini terlihat dari degradasi perkembangan kasusnya, yang makin hari makin diselimuti ketidakjelasan. "M Rum berpikir selama kasusnya belum tuntas dia belum akan mau bicara," ucap Adrianus.
Adrianus melihat gaya kepemimpinan M Rum ini yang bertentangan dengan kerja para jurnalis. Sebab para jurnalis berkeinginan untuk mendapatkan progres kasus penculikan ini. "Tapi mungkin ini karena Kapolres baru jadi masih belum akrab, terlebih lagi dia dari Brimob, yang jarang bersentuhan dengan wartawan," katanya.
Untuk itu, dia meminta agar M Rum mengubah gaya kepemimpinannya. M Rum tidak perlu menunggu kasus ini hingga final untuk menjelaskan kepada masyarakat. "Sampaikan saja perkembangannya kepada publik, selama tidak menghambat penyidikan," ucap Adrianus.
Namun jika memang M Rum tidak bisa mengubah gaya kepemimpinannya, serahkan saja kepada Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Untung Yoga Ana untuk berbicara kepada pers. "Kabid Humas harus mengambil alih. Sebab selama ini dia belum menekuni perkembangan kasus ini. Ini agar masyarakat tidak dirugikan," tutur Adrianus.
"Sedangkan Kapolres fokus saja pada penyelidikan kasusnya," ujar Adrianus. (mar/nrl)











































