Demikian disampaikan Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak seperti dilansir International Herald Tribune, Kamis (24/4/2008).
Dikatakan Najib, perusahaan-perusahaan Iran diperintahkan meninggalkan ajang bertajuk "Defense Services Asia" pada Selasa, 22 April itu karena pameran mereka dianggap "ofensif."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu mereka keluar jalur, kami tak punya pilihan kecuali mengusir mereka," tandas petinggi negeri jiran itu.
Acara pameran yang dimulai sejak Senin, 21 April lalu tersebut diikuti oleh ratusan partisipan dari sekitar 50 negara.
Menurut Najib, apa yang dilakukan Iran merupakan pelanggaran resolusi PBB yang melarang ekspor senjata Iran dan melarang negara-negara memberikan bantuan teknis dan finansial bagi Iran, yang bisa mendukung program senjata nuklir yang diduga dilakukan negeri itu.
Dikatakan Najib, otoritas Malaysia belum lama ini telah memberitahu Duta Besar Iran mengenai aturan pameran. Menurut Najib, negara-negara lain yang ikut serta dalam show itu juga telah mengeluh mengenai eksibisi Iran. (ita/nrl)










































