"It's nonsense!" tegas Dino saat dihubungi detikcom, Rabu (23/4/2008).
Menurut Dino, tidak ada yang salah dalam kerja sama kesehatan dengan NAMRU karena dinilai saling menguntungkan. NAMRU memiliki teknologi dan jaringan yang bisa bermanfaat bagi pemerintah Indonesia untuk mengembangkan riset-riset medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dino menjelaskan adalah Menkes Siti Fadilah Supari yang pertama meminta perpanjangan kontrak NAMRU. Menkes berulang kali mengatakan kepada Dino agar disampaikan kepada Presiden SBY.
"Menkes mengatakan merasa amat terbantu dengan keberadaan NAMRU dalam upaya mengatasi penyakit flu burung," jelasnya.
Dino menambahkan pemerintah sedang melakukan negosiasi perpanjangan kontrak NAMRU. Dino tidak mengetahui detil draf MoU karena dikerjakan lintas departemen antara Deplu, Depkes, BIN dan TNI.
Mengenai kekebalan diplomatik menurut Dino ada 2 jabatan staf Teknis Kedubes AS di NAMRU. "Siapa pun yang mengisi jabatan itu punya kekebalan diplomatik karena masih bagian dari Kedubes AS. Ini yang sedang kita carikan solusinya," pungkas Dino. (fay/nrl)











































