"Itu nanti saja mas, yang pasti namanya jual beli kan ya bisa ditawar," kata Retno Triani, cucu dari Soekarmini yang juga kakak Soekarno, kepada detikcom di Blitar, Sabtu (19/4/2008).
Pembeli pun sudah ada berani yang menawar. "Sudah ada yang menawar dari swasta, tapi kami ingin agar pemerintah yang membeli agar dapat dilestarikan. Karena kalau dibiarkan seperti sekarang, tidak akan terawat seperti yang mas lihat sendiri," jelas Retno.
Rumah seluas 14 ribu meter persegi ini memang strategis. Terdiri dari bangunan utama dan 6 rumah lainnya di sampingnya. Rumah ini terletak di Jalan Sultan Agung 56, Blitar. Hingga para ahli waris yang berjumlah 10 orang pun khawatir nantinya akan dijadikan pusat perbelanjaan.
"Intinya kami tidak ingin setelah dijual nanti dibangun mal (pusat perbelanjaan) atau lainnya. Kami ingin tetap dijadikan sebagai tempat bersejarah," ujarnya.
Sedikit bercerita, Retno menuturkan bahwa Bung Karno kecil dulu juga pernah tinggal dirumah ini sebelum sekolah di Surabaya. Demikian pula ibunda Bung Karno, sampai akhir hayatnya.
"Yang pasti bagaimana tempat bersejarah ini tetap dapat terjaga," tutup Retno. (ndr/)











































